Kursi Kerja Cepat Rusak Padahal Baru Dibeli? Ini Penyebabnya
Sebelum menyimpulkan bahwa kursi kantor yang cepat rusak disebabkan oleh kualitas produk, penting untuk memahami bahwa kursi kerja dirancang dengan spesifikasi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan penggunanya. Faktor seperti durasi penggunaan, beban tubuh, jenis aktivitas, hingga kualitas komponen internal sangat memengaruhi daya tahan sebuah kursi kantor.
Dalam banyak kasus, kerusakan justru terjadi karena ketidaksesuaian antara fungsi kursi dan cara penggunaannya. Dengan mengenali penyebab umum berikut, kamu bisa menghindari kesalahan yang sama dan memilih kursi kantor yang tidak hanya nyaman di awal, tetapi juga tahan digunakan dalam jangka panjang.

1. Tidak Sesuai dengan Beban dan Intensitas Penggunaan
Banyak kursi kantor dirancang untuk beban dan durasi duduk tertentu. Menggunakan kursi kerja ringan untuk pemakaian seharian penuh atau beban berat dapat membuat rangka, hidrolik, dan roda cepat aus.
Tips:
Pastikan spesifikasi kursi sesuai dengan:
- berat badan pengguna
- durasi duduk harian
- jenis aktivitas (kerja komputer, meeting, atau operasional)
kursi kerja dengan spesifikasi kerja intensif
.jpg)
2. Kualitas Hidrolik dan Gaslift yang Rendah
Salah satu komponen yang paling sering rusak adalah gaslift/hidrolik. Jika kualitasnya rendah, kursi bisa:
- turun sendiri
- terasa tidak stabil
- kehilangan fungsi naik-turun dalam waktu singkat
Ciri gaslift berkualitas baik:
- gerakan halus
- tidak bunyi berdecit
- terasa solid saat diduduki
kursi kerja dengan sistem hidrolik stabil
.jpg)
3. Material Dudukan dan Sandaran Tidak Tahan Lama
Busa yang terlalu tipis atau kain pelapis berkualitas rendah akan cepat kempes, sobek, atau berubah bentuk. Akibatnya, kursi terasa tidak nyaman meskipun baru beberapa bulan digunakan.
Material yang perlu diperhatikan:
- kepadatan busa
- jenis kain atau kulit sintetis
- jahitan dan finishing
kursi kerja dengan busa padat dan nyaman
.jpg)
4. Rangka dan Kaki Kursi Terlalu Ringan
Kerusakan sering terjadi pada bagian kaki kursi dan sambungan rangka. Rangka yang terlalu tipis atau berbahan plastik rapuh tidak dirancang untuk penggunaan intensif.
Solusi:
Pilih kursi dengan:
- rangka besi atau baja
- kaki berbahan metal atau nylon berkualitas tinggi
- roda yang sesuai dengan jenis lantai
kursi kantor dengan rangka kokoh
.jpg)
5. Desain Tidak Ergonomis
Kursi yang tidak ergonomis membuat beban tubuh tidak terdistribusi dengan baik. Selain berdampak pada kesehatan, tekanan berlebih pada satu titik juga mempercepat kerusakan struktur kursi.
Fitur ergonomis penting:
- sandaran mengikuti tulang punggung
- tinggi dudukan dapat diatur
- armrest proporsional
kursi kerja dengan desain ergonomis
.jpg)
6. Kesalahan Penggunaan Sehari-hari
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memperpendek umur kursi:
- duduk di sandaran
- mendorong kursi di lantai kasar
- menggunakan kursi sebagai tangga
- menggeser kursi saat masih diduduki
Kursi kantor tetap furnitur fungsional yang punya batas penggunaan.
kursi kantor yang dirancang untuk kebutuhan kerja
7. Memilih Harga Tanpa Memahami Kualitas
Harga murah sering kali terlihat menguntungkan di awal, tapi berisiko menimbulkan biaya penggantian lebih cepat. Kursi kantor seharusnya dilihat sebagai investasi jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar pengisi ruangan.
Kesimpulan
Kursi kantor yang cepat rusak bukan selalu karena produk yang buruk, tapi karena kombinasi antara spesifikasi yang tidak tepat, kualitas material, desain ergonomi, dan cara penggunaan. Dengan memilih kursi yang sesuai kebutuhan dan memahami detail teknisnya, kursi kerja bisa bertahan jauh lebih lama dan tetap nyaman digunakan.
Sedang mencari kursi kantor yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang?
Gudang Furniture menyediakan berbagai pilihan kursi kerja dengan spesifikasi jelas, material berkualitas, dan opsi konsultasi sesuai kebutuhan ruang dan aktivitas kerja.
Temukan kursi kerja yang tepat atau konsultasikan kebutuhan ruang kerjamu bersama tim Gudang Furniture.